Home / Kegiatan / Pengajian Ahad Pertama 6 Agustus 2017

Pengajian Ahad Pertama 6 Agustus 2017

Ringkasan Ceramah Syaikh Prof. Dr. Thariq Abdullah Hajar pada pengajian Ahad Pertama 6 Agustus 2017 :

  1. Anda semua hidup di negara yang barakah yang disegani dan ditakuti oleh negara-negara kufur karena kedekatan kalian dengan Al Quran dan pembelajaran Bahasa Arab.
  2. Kami menyaksikan di media Saudi dan kami begitu berbahagia ketika ada 7 juta orang berkumpul di Jakarta menuntut penista Al Quran. Kalian semua wahai saudaraku adalah orang-orang yang membawa kemenangan Allah Ta’ala.
  3. Peristiwa haji memberikan pelajaran kami yang tinggal di Saudi bahwa orang Indonesia adalah jamaah paling baik dan tertib dalam menjalankan ibadahnya, berbeda dengan jamaah dari negara lain yang kadang menimbulkan keributan dan mengganggu lain.
  4. Kami ingat ketika kecil kami diberi makanan oleh orang Indonesia dan itu sangat membekas pada hati kami dan kami tidak bisa melupakannya.
  5. Hari Jumat kita disunnahkan membaca surat Al Kahfi. Dimana disebutkan cerita para pemuda Ashabul Kahfi yang beribadah tekun sabar di dalam Gua. Siapa yang menanam iman kepada mereka? Yaitu orang tua mereka. Namun Raja mereka tidak suka, kemudian mereka terpaksa mengungsi mempertahankan iman ke dalam gua.
  6. Jika anda ingin diabadikan oleh Al Quran, maka ajari anak-anak anda dengan Al Quran dan Sunnah, ajari cinta kepada ulama, kepada orang shalih. Lihatlah bagaimana hasil dari pendidikan orangtua Ashabul kahfi diabadikan dalam Al Quran. Ayat: “Sesungguhnya mereka adalah pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan Kami tambah petunjuk.” Hadits Qudsy : “Siapa yang mengingatKu ketika sendirian, maka Aku akan mengingatnya. Siapa yang mengingatKu di depan banyak orang maka Aku akan jadikan dia disebut-sebut lebih banyak lagi di makhluk sekitarku.”
  1. Peristiwa lain, pemuda diabadikan di dalam Al Quran adalah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Buruj: “Dan tidaklah mereka membenci orang-orang yang beriman kecuali karena alasan mereka beriman kepada Allah yang maha Perkasa lagi Terpuji.” Dalam kisah tersebut para pemuda beriman ini dimasukkan dalam api yang menyala-nyala dan mereka rela demi mempertahankan imannya. Kemudian Allah mengganti dengan surga-Nya. Merekalah Ashabul Ukhdud.
  1. Kenapa Allah menceritakan ini semua adalah karena untuk pelajaran kepada manusia, bahwa inti hidup di dunia ini untuk beribadah. Ialah supaya pintu hidayah Allah dijaga kekal hingga meninggal.
  2. Dua kisah tadi adalah contoh untuk kaum pria. Sedang contoh untuk wanita adalah kisah Istri Firaun yaitu Asiyah. Asiyah istri seorang yang besar pengaruhnya, kekuasaannya bahkan mengaku sebagai Tuhan. Dia istri Firaun berkata, “Rabbi, bangunkan untukku rumah di surga.” Padahal dia adalah istri seorang raja yang tentu sudah melimpah harta dan tempat tinggalnya. Apakah ini menjadi doamu wahai para wanita? Maka jadikan ini sebagai doamu. Inilah doa yang menjadikan Asiyah dimasukkan surga karena imannya.
  1. Kisah Masyitah bagaimana ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencium bau wangi dan bertanya kepada Jibril bau siapa ini dan Jibril mengatakan ini adalah bau Masyitah. Kisah Masyitah ini ialah ketika dia menyisir anak Firaun menyisir dan jatuhlah sisirnya dan mengucapkan bismillah (dengan menyebut nama Allah). Dengan kalimay ini menunjukkan bahwa ia mengakui bahwa Tuhan adalah Allah bukan Firaun. Kemudian peristiwa ini dilaporkan kepada Firaun, hingga Firaun menyiksanya dengan memasukkan ke dalam penggorengan dan digoreng bersama dengan 5 anaknya. Masyitoh melakukannya demi mempertahankan imannya dan Allah ganti dengan kemuliaan surga. Lihat bagaimana Nabi Musa ‘alaihissalam bisa menanamkan iman yang begitu indah dan kuat ke diri Masyitoh.

Diterjemahkan oleh : Ust Umar Budihargo. Lc.MA

Ditulis oleh : Ust Abu Mujahid Rohmanto. Lc

Semoga bermanfaat

Barakallahu fikum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *